matahari tak lagi nampak, kala bulan mulai bangun dari istirahatnya. cahaya pun telah pergi tanpa sisa, sama seperti ragamu. hanya bulan yang dapat memeluk, bagai teman sejati kala sepi. kemana? jutaan detik kuhabiskan hanya untuk menampakan ilusi wajahmu. hanya imaji beradu kala malam, aku disini menunggu sepi kehadiranmu walau hanya bunyi. aku merindumu, bagai anak kecil merindukan taman bermain yang ia kunjungi tadi sore. indah dan menyenangkan. namun, aku tak bisa menahan ini. gejolak rindu mulai bertabu, tolong aku mohon tampakkan ragamu. aku hanya perlu tau kalau kau baik saja disana. biar cahaya bulan dan angin malam memberi isyarat, bahwa kita masih menatap bulan yang sama juga terusap angin yang sama. Tuhan pun bosan mendengar aku yang kerap kali mengucap namamu dikala malam seperti ini. aku hanya ingin kamu, tidakkah kau pandangi betapa besar bulan hari ini? bulan mendengar isyarat bahwa rasa rinduku pun sama besarnya dengan bulan. disini aku yang menunggu, ragamu bukan ilusimu.
-S
-S